Untuk seorang yang menjadi penghuni hatiku.
Bisakah kau berdiri sejenak?
Bukankah kau sudah terlalu lama duduk diam disitu.
Aku takut bila tempat
itu akan hancur ketika kau pergi, tetapi yang lebih aku takutkan bila tempat itu sudah tak bisa diduduki oleh orang selainmu.
Bagaimana jika bukan kau?
Untuk seorang yang menjadi pengisi hatiku.
Bisakah kau bergeser sejenak?
Bukankah kau bosan terus menerus berada disini.
Untuk beberapa alasan, kau sempat menghilang dari hati ini.
Namun, pada akhirnya hanya kau lah yang datang kembali.
Bagaimana jika kali ini tak kembali?
Untuk seorang yang menjadi pemilik hatiku.
Bisakah kau pergi sejenak?
Bukankah ada tempat yang lebih nyaman selain disini.
Ada banyak hal yang harus aku lalui.
Ada banyak tempat yang harus aku kunjungi.
Untuk menata kembali hati ini.
Karena ketika kau pergi, bisa kupastikan betapa berantakannya tempat ini.
Bagaimana jika aku tak bisa jalani?
Tapi, ini yang harus kulakukan.
Maka saat Ia menuliskan kau atau orang lain untuk kembali.
Aku memiliki tempat yang nyaman untuk kau singgahi.
Dan akhirnya kau tempati.