Jumat, 19 Mei 2017

Kapan BICARA dan Kapan DIAM

Alangkah indahnya Diam, bila Bicara dapat menyakiti orang lain.

Alangkah terhormatnya Diam apabila Bicara hanya untuk merendahkan orang lain.

Alangkah bagusnya Diam, bila Bicara dapat menjerumuskan orang lain,

Alangkah bijaknya Diam, bila Bicara hanya untuk menghina orang lain.

Akan tetapi,

Betapa dahsyatnya Bicara bila Diam itu mengakibatkan celakanya orang lain.

Betapa saktinya Bicara bila Diam itu menjadikan ruginya orang lain.

Betapa hebatnya Bicara bila Diam membuat tidak sadarnya kesalahan yang terus dilakukan orang lain.

Betapa pentingnya Bicara bila Diam mengakibatkan semakin bodohnya orang lain.

Maka pertimbangkanlah kapan kita Diam dan kapan kita Bicara.
Seorang bijak ibarat air yang selalu tenang dan menenangkan, suci dan menyucikan, sejuk dan menyejukkan, segar dan menyegarkan, lembut dan melembutkan.
Jadilah seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, bermakna Tawadhu (rendah hati, tidak sombong, dan tidak merendahkan atau menghina orang lain).