" Hidup ini bukanlah suatu jalan yang datar dan ditaburi bunga. Melainkan adakalanya disirami air mata dan darah" -Buya HamkaJika saja diri ini lebih ikhlas
Maka tak akan ada keluhan apapun atas skenario-Nya
Tak akan ada rasa sakit ketika tersandung kerikil rintangan yang dipersiapkan-Nya
Tak akan ada pikiran sinetron ala-ala seperti "aku adalah orang paling tidak beruntung di dunia"
Semua itu terasa berat, sulit dan sakit
Karena diri ini tidak ikhlas, tidak bersyukur, bahkan tidak percaya bahwa skenario Allah itu lebih dahsyat
Bila kau merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung di dunia
Coba pikirkan lagi!
Bila kau merasa kaulah orang yang paling menderita sekarang
Coba renungkan lagi!
Dan bila kau merasa sebagai orang yang terus-menerus menderita gak ada bahagia-bahagianya
Coba ingatlah lagi!
Berapa banyak nikmat Allah yang telah ia berikan padamu
Apakah kau pernah menghitungnya?
Apakah jumlahnya lebih sedikit daripada derita yang kau alami?
Tentu tidak!
Bukankah bunga di taman tak akan patah jika hanya diterpa angin sekali
Dan apabila salah satu diantaranya patah, masih ada yang berdiri
Bahkan ada juga bunga yang kembali tumbuh tegak setelah bengkok diterpa sang angin
Jadi apakah itu salah angin bila ada bunga yang patah kemudian mati?
Jawabannya kembali ke diri kalian masing- masing
Karena, bukankah sinar terang sang surya yang membuat bunga bertahan
Atau rasa rindunya akan tetesan air hujan yang membuatnya berjuang
Atau mungkin juga sejuknya embun dipagi hari yang ingin terus dirasakannya lagi dan lagi
Apapun alasan sang bunga,
Ia menjadi lebih kuat karena itu
Dan angin lah yang mengambil peran dalam menunjukkan seberapa tangguh sang bunga
Tanpa adanya angin kita ngga akan tahu bahwa bunga adalah bunga yang istimewa
Bukankah sama seperti kesulitan yang diberikan kepada kita?
Menurutku, tujuannya juga sama kok...
Hmmmm... Jadi gimana?
Yuk mulai bersyukur tentang apapun ketetapan Allah dari sekarang :)
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" Q.S. Al-Insyirah (94) : 5-6
" Jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu. Maka, akan aku tambah nikmat itu. Tapi, jika kamu mengingkarinya (tidak mau bersyukur). Maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih" Q.S. Ibrahim (14) : 7